Sisipkan Dzikir Allah SWT dalam Setiap Kegiatan Belajar Mengajar
Pada dasarnya menghadirkan Allah SWT dalam dunia pendidikan tidak sulit. Bagaimanapun dalam menuntut ilmu tidak lepas dari keluasaan ilmu Allah SWT.
“Saat mengajarkan tentang sifat benda-benda ciptaan-Nya, hadirkan pada diri mereka akan keagungan dan kehebatan Pencipta-Nya, tidak ada yang bisa menandingi-Nya,” kata Pimpinan Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Quran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ustadz Teguh Turwanto.
Ustadz teguh menukilkan surah Al-Qumar ayat 49:
اِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنٰهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.”
Beliau menjelaskan saat mengajar, sealu hadirkan ilmu yang Allah sampaikan dalam ayat-Nya dan hadits Rasul-Nya. Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (kurnia-Nya) lagi Mahamengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)
Saat Anda menghafal Al-Quran, pahami dan selalu hadirkan rasa tadabbur pada diri sendiri sesuai dengan ayat yang sedang Anda hafalkan
كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ
“Ini adalah sebuah Kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka merenungkan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran (yang baik).” (QS Shad: 29).
Saat memberikan motivasi dan harapan, hadirkan pada diri mereka dorongan dan keyakinan akan kemudahan dan pertolongan-Nya.
Saat Anda akan memberikan motivasi atau harapan, selalu hadirkan pada diri Anda dorongan serta keyakinan akan kemudahan dan pertolongan-Nya
اِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا ؕ
“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS Al Insyirah: 6)
Termasuk ketika Anda lalai, selalu hadirkan pada diri Anda rasa takut akan azab-Nya.
يَخَافُوْنَ رَبَّهُمْ مِّنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
“Mereka takut kepada Rabb mereka yang berada di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka).” (QS An Nahl: 50).
Menghadirkan Allah pada diri murid dan anak di setiap pembelajaran dan aktifitas membutuhkan pembiasaan.
Tentu butuh pembiasaan pada murid dan anak dalam menghadirkan Allah seitap pembelajaran atau aktifitas.
Dan hal ini pada dasarnya mulai dari tenaga pendidik terlebih dahulu melatih diri merasakan Allah dalam setiap kegiatan mengajar atau aktifitas lainnya. Sehingga muridnya bisa menerapkan apa yang telah dicontohkan oleh seorang pendidik.
“Begitulah jika pendidikan berlandaskan akidah Islam, apa yang diajarkan tidak bertentangan dengan akidah Islam, bahkan mampu mengokohkan keimanan,” kata Ustadz Teguh Turwanto.
Ustadz Teguh memastikan, pendidikan yang seperti inilah yang telah mampu melahirkan generasi yang bukan hanya sholeh tapi juga cerdas, seperti Imam Syafi’i (pencetus Usul fiqih), Muhammad Al Fatih (Penakluk Roma), Ibnu Sina (ahli kedokteran), AlKhawarizmi (penemu Ilmu Aritmatika), Al Farabi (Filosof Islam), Ibnu Jabir Al Hayyan (Bapak Kimia Modern), Ibnu Jazari (Perintis Teknologi Modern & Robot) dan lain-lainnya.
“Itulah keberkahan yang Allah berikan ketika pendidikan mengambil petunjuk dari Allah SWT semata. Wallahu A’lam,” kata beliau.


