Pendidikan Bermasyarakat Santri SMP dan SMA Pondok Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an
Dalam rangka pendidikan bermasyarakat kaderisasi ulama pemimpin umat, para Santri SMP dan SMA Pondok Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an Kab. Bandung Barat aktif menjadi relawan korban bencana gempa Cianjur, ada yang di posko menjadi bagian Trauma healing anak anak, bagian dapur umum, dan lain-lain (29/12/2023)
Adab Bermasyarakat dalam Islam

Sebagai agama yang rahmatan lil alamin, Islam bukan saja mengatur kehidupan individu, tapi juga sosial. Di tengah berkembang pesatnya teknologi dan kehidupan yang semakin modern, terkadang adab-adab atau etika bersosialisasi sering kali diabaikan.
Khususnya di masyarakat urban, semakin individualisnya kehidupan, tingginya kompetisi dalam bertahan hidup, hal-hal sederhana dalam interaksi sosial pun sering kali diabaikan. Padahal, sejak di bangku sekolah dasar, kita sudah paham teori bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu sama lain.
Untuk itu, mari kita bahas kembali apa saja adab-adab bermasyarakat dalam Islam yang sudah seharusnya diamalkan oleh umat Islam.
- Bersikap Baik
Perintah berbuat baik dalam interaksi sosial sudah Allah jelaskan secara konkret dalam QS An-Nisa ayat 36. Disebutkan bahwa tetangga, orang-orang miskin, anak-anak yatim di sekitar kita adalah orang-orang yang harus kita bantu dan berikan kebaikan untuk mereka.
“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh.”
Selain itu, disebutkan juga dalam hadis, Dari Abu Dzarr radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Janganlah engkau memandang remeh suatu kebaikan sedikit pun juga walaupun engkau hanya bertemu saudaramu dengan bermuka manis.” (HR Muslim)
Walaupun hanya dengan memberikan wajah ceria dengan senyum yang ikhlas, hal tersebut juga masuk dalam adab bersosial yang bisa kita lakukan kepada orang-orang di sekitar.

- Memberi atau Berbagi Makanan
“Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu.” (HR Al-Bazzaar).
Dari hadis di atas kita bisa mengetahui bahwa tetangga sudah seharusnya seperti kita menyikapi keluarga atau orang-orang terdekat. Jika mereka kesulitan, maka kita wajib untuk membantu sesuai dengan kapasitas dan kemampuan.
Apalagi jika kesulitan yang mereka hadapi itu berkaitan dengan kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan. Disebutkan juga dalam hadis mengenai pentingnya kita berbagi makanan kepada tetangga.
Rasulullah shallallahu alahi wassalam bersabda kepada Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, “Wahai Abu Dzar, apabila kamu memasak sayur (daging kuah) maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu.” (HR Muslim)
Baca juga: Pondok Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an Memberikan Bantuan Korban Gempa Cianjur
Jika Anda berminat untuk mendaftarkan putra putri Anda ke pesantren, kami Pondok Pesantren Tahfizh Mutiara Darul Qur’an siap membantu Anda untuk mendidik putra dan putri Anda. Untuk informasi pendaftaran, Anda bisa menghubungi kontak berikut ini.


