KEUNGGULAN KURIKULUM DAN KEGIATAN SANTRI TINGKAT KHQ (SETINGKAT SMP DAN SMA)
. Kurikulum (tsaqofah/agama dan umum) berbasis AlQur’an dan mendapatkan 2 ijazah (formal/diknas dan pesantren)
• Target hafalan Qur’an 30 juz mutqin plus tafsirnya (dites pemahaman tafsirnya setiap setor hafalan ayat sebagai syarat lulus setoran hafalan)
. Kurikulum dan metode pembelajaran disusun secara mandiri dengan memadukan tahfizh Al-Quran dengan pendidikan modern dan tradisional.
• Kurikulumnya sebagian (dan sebagian kegiatan) mengikuti kurikulum dan kegiatan pondok modern Gontor. Dan sebagian lagi menggunakan kitab-kitab turots ulama atau kitab kuning.
• Santri terbiasa menjelaskan tafsir setiap setoran hafalan ayat setiap hari menggunakan bahasa arab dan inggris.
• Pembiasaan tadabbur Qur’an.
• Tahsinul Qur’an menggunakan metode Talaqqi Qur’an setiap hari dengan target santri mampu baca dan hafal Qur’an dengan tartil dan fashih sesuai riwayat Hafs an Ashim
• Mendapatkan sanad AlQur’an 30 juz riwayat hafs an ashim bagi yang berhak
• Menghafal Qur’an menggunakan metode terbaik yaitu dengan memahami tafsirnya perkata dan perayat serta terbiasa mentadabburinya (menghayatinya).
• Pembelajaran adab Islami menjadi pelajaran utama
• Adab harian 24 jam para santri di pesantren selalu dikontrol dan dievaluasi.
• Metode pembelajaran talqiyyan fikriyyan (meningkatkan taraf berfikir santri)
• Santri terbiasa dan lancar berbicara bahasa arab dan bahasa inggris sehari-hari di pesantren
• Santri ditargetkan mempunyai wawasan kekinian dengan baik dan mampu berdiskusi dengan baik.
• Santri terbiasa mengisi kajian-kajian keislaman.
• Santri ditargetkan mempunyai skil kepemimpinan dan keorganisasian sebagai bekal di masyarakat nanti
KEUNGGULAN KURIKULUM PESANTREN TAHFIZH MJTIARA DARUL QUR’AN TINGKAT SD
1. Tahfizh menjadi kurikulum utama. Target capaian tahfizh minimal 1 juz/ tahun untuk kelas 1, 1-2 juz untuk kelas 2-4. Dari kelas 5-6 minimal 3 juz /tahun (karena mondok).
2. Metode belajar membaca al Qur’an dengan menggunakan metode fathurrahman. Kitab faturrahman berasal dari Mesir dibuat untuk orang ajami (non Arab) yang ingin belar membaca Al Qur’an. Keutamaan metode ini, diajarkan cara mengeja dalam membaca Al Qur’an sehingga peserta didik mengetahui nama-nama huruf asli, tanda sakalan, tanda baca dan lainnya.
3. Kurikulum mata pelajaran disusun secara mandiri diambil dari berbagai macam buku rujukan dan disusun ulang agar mudah dipahami, mudah diamalkan, dan menghilangkan materi-materi yang jauh pengamalannya dalam keseharian termasuk materi-materi yang tidak cocok di usia SD. Mata pelajaran yang diajarkan :
· Adab. Merupakan pelajaran utama agar peserta didik memiliki adab yang baik, adab kepada Allah dan rasulnya, adab kepada dirinya, dan adab kepada sekitarnya. Pelajaran adab diajarkan 2 kali dalam seminggu.
Buku: Enslikopedia Al Adabul Islamiy
· Hadis hafalan hadis pendek. Juga termasuk pelajaran utama. Hadis-hadis pendek tentang keseharian. Target hafalan hadis minimal 100 hadis pendek ketika lulus.
Buku: kumpulan hadis pendek
· Bahasa Arab. Menggunakan buku dan metode modern bayna yadaik khusus anak sehingga belajar bahasa arab menjadi mudah di pahami dan mudah di praktekkan.
Buku: Bayna yadaik khusus anak
· Fikih. Agar peserta didik bisa mengamalkan praktek ibadah dengan baik maka diajarkan ilmu fikih dari mulai fikih ibadah, fikih ekonomi, dan lain-lain.
Buku: buku fikih MI dari kelas 1-6, dan buku fikih ulama
· Tarikh. Mengetahui dan memahami perjalanan hidup Rasul SAW dari lahir hingga wafat bisa menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah dan para sahabat. Hal ini agar peserta didik bisa menjadikan Rasul sebagai suri tauladan dalam berbagai aspek kehidupan.
Buku yg dipakai: Ensiklopedia Muhammad
· Tajwid. Pelajaran Tajwid diajarkan agar peserta didik bisa menguasai teori takwid dan bisa mempraktekannya.
Buku: Tajwid anak
· Matematika. Diajarkan agar peserta didik memahami logika berfikir dan bisa menyelesaikan permasalahan matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Buku : matematika untul MI (dari diknas)
· Bahasa Indonesia. Bahasa merupakan media komunikasi dan dakwah sehingga peserta didik menguasai kemampuan reading, listening dan writing dalam kesehariannya.
Buku: Bahasa Indonesia untuk SD.